Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng Hari 1: Penyesalan si Kelelawar

Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng

Alhamdulillah akhirnya masuk juga di tantangan bunda sayang level 10 dengan tema membangun karakter anak lewat dongeng. Sebenarnya tantangan ini cukup menantang karena disini orang tua diajak untuk membuat alur cerita sendiri yang mengandung pesan moral. Karena sesungguhnya saya tidak terlalu pandai bercerita yang sifatnya fiktif belaka 😀 Tetapi saya akan coba semampu saya.

Dan untuk beberapa hari pertama ini saya akan membuat dongeng untuk anak pertama saya yang berumur 6 tahun. Dan inilah dongeng untuk kakak di hari pertama ini.

***

Penyesalan si Kelelawar

Di suatu hutan, hiduplah berbagai macam jenis binatang dengan rukun dan bahagia.

Hingga sampai pada senja hari, bangunlah seekor kelelawar dari tidurnya. “Duh, aku lapar tapi aku malas mencari makan sendiri. Aku curi saja makanan-makanan itu dari binatang yang lain. Kan mereka sedang tidur”, gumamnya. Ya, tidak seperti binatang-binatang lain,  kelelawar merupakan salah satu binatang yang tidur di siang hari dan terbangun di malam hari.

Di malam pertama si kelelawar mengambil ikan milik kucing yang sedang tertidur lelap. Kemudian di malam kedua kelelawar mengambil wortel milik kelinci yang sedang tertidur juga. Hampir di setiap pagi harinya terjadi berbincangan besar dan keributan di hutan tersebut mengenai makanan-makanan yang hilang secara misterius di malam hari.

Dan akhirnya warga hutan pun menyampaikan laporan kehilangan kepada polisi hutan. Kabar tersebut pun sampai terdengar oleh polisi yang sama-sama suka terbangun di malam hari, yaitu polisi burung hantu.

Di malam itu polisi burung hantu berjaga-jaga di sekitar rumah warga sambil bersembunyi diantara semak-semak di atas pohon. Beberapa menit kemudian dia melihat si kelelawar masuk ke rumah anjing untuk mengambil makananan. Sebagai barang bukti, polisi burung hantu pun merekam kejadian tersebut melalui video di ponselnya.

Pada saat kelelawar keluar dari rumah anjing sambil mengambil hasil curiannya, polisi burung hantu pun menangkapnya dan membawanya ke kantor polisi untuk dipenjara. Si kelelawar pun menangis dan menyesali perbuatannya.

*Terinspirasi dari kisah Kelelawar yang Menipu dari buku Siri Cerita Menarik untuk Sayangku.

***

Pesan moral yang didapat: janganlah mencuri.

Respons anak: Mendengarkan dengan seksama. Ekspresi mukanya pun nampak menghayati sesuai dengan alur cerita. Di akhir si kakak sempat berdebat kalau kelelawar di dalam penjara masih bisa kabur keluar karena sekatnya besar-besar (seperti penjara manusia). Dan saya bilang kalau penjara khusus kelelawar ini spesial karena bentuknya seperti kandang burung. Hahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.