Aliran Rasa Semua Anak Adalah Bintang

game level 7 kuliah bunda sayang

Alhamdulillah akhirnya selesai sudah mengerjakan tantangan 10 hari pada game level 7 kuliah bunda sayang kali ini.

Setiap anak terlahir dengan bakatnya masing-masing. Kita sebagai orangnya tuanya lah yang bertugas untuk menemukan sekaligus menggali bakat anak-anak kita. Dan senang sekali tema “Semua Anak Adalah Bintang” di kuliah bunda sayang kali ini sangat mendukung hal tersebut.

Berikut adalah beberapa catatan selama saya mengerjakan tantangan kali ini.

game level 7 kuliah bunda sayang IIP

1. Menjadi lebih peka terhadap kelebihan anak 

Pada tantangan kali ini kami diajak untuk memperhatikan kegiatan  yang sekiranya membuat mata anak menjadi berbinar-binar. Dan kegiatan ini merupakan tahap awal untuk mencari bakat si anak.

Beberapa tanda bahwa kegiatan tersebut merupakan bakat adalah:

  • Enjoy: mata yang berbinar-binar ketika melakukan kegiatan tersebut.
  • Easy: bisa mempelajari kegiatan tersebut dengan kurun waktu yang lebih cepat.
  • Excellent: aktivitas atau kegiatan tersebut memiliki hasil yang sangat baik.
  • Earn: setelah mencapai 3 tahap diatas dapat dikembangkan lagi tahap selanjutnya yaitu mendapatkan uang.

Untuk menemukan bakat tersebut tentunya anak harus  diberikan wawasan, gagasan serta aktivitas yang banyak.

Dalam prakteknya tentu membuat saya menjadi lebih peka terhadap kegiatan-kegiatan yang membuat anak saya enjoy, bukan malah sebaliknya.

2. Setiap Anak itu Unik

Dalam mengerjakan tantangan kali ini saya mengamati aktivitas anak pada kedua anak saya secara bergantian.

Dan disini saya tersadar bahwa setiap anak itu berbeda. Tak usah membandingkan anak-anak dengan orang lain. Toh ternyata anak saya yang masih kakak-adik ini juga memiliki ketertarikan yang berbeda satu sama lain. Hehe

3. Memasukkan aktivitas yang menyenangkan pada aktivitas yang tidak disukai anak 

Hal lain yang saya temukan pada tantangan kali ini adalah ternyata memasukkan aktivitas yang membuat mata anak berbinar-binar ke dalam aktivitas yang tidak disukai dapat menghasilkan aktivitas yang menyenangkan (enjoy).

Misalnya saja pada anak pertama saya. Dia tidak suka membaca tulisan tetapi sangat suka sekali melihat-lihat gambar pada buku. Maka dari itu saya mencari buku belajar membaca yang memiliki gambar pendukung pada setiap kalimatnya. Dan hasilnya sekarang anak saya pun cukup enjoy dalam belajar membaca.

Lain lagi pada anak kedua saya. Dia paling tidak suka diajak untuk mandi tetapi suka sekali memasukkan baju kotor ke dalam keranjang. Maka dari itu ketika saya mengajaknya mandi, saya ajak si anak untuk melepas baju kemudian memasukkan baju kotor tersebut ke dalam keranjang. Dan hasilnya saya bisa mengajak anak saya mandi tanpa paksaan.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.