Menstimulus Matematika Logis Untuk Anak 1 Tahun

menstimulus matematika logis

Alhamdulillah hampir setengah perjalanan sudah belajar di perkuliahan Bunda Sayang. Dan sekarang kami sudah memasuki tantangan Game Level 6 dengan tema Menstimulus Matematika Logis pada anak.

Kami disarankan untuk menstimulasi matematika ini dengan cara-cara yang menyenangkan. Karena membuat seorang anak untuk bisa itu mudah, tetapi untuk suka merupakan suatu tantangan tersendiri. Dan tentunya kegiatan ini dimasukkan dalam aktivitas sehari-hari bersama anak.

Dalam artikel kali ini saya akan membuat jurnal aktivitas bersama anak dalam menstimulasi matematika logis selama 10 hari berturut-turut. Teman saya dalam bermain tantangan kali ini adalah anak kedua saya yang berumur 18 bulan.

Sejujurnya referensi mengenai matematika logis untuk anak sekecil ini sedikit sekali. Jadi ini merupakan tantangan tersendiri untuk saya bagaimana menemukan aktivitas yang menyenangkan sekaligus mudah diserap oleh si anak. Semoga saja si kecil mau diajak bekerja sama ya!

Hari 1: 7 Februari 2019. Belajar Konsep Kosong dan Isi

Hari ini si kecil belajar mengenai konsep kosong dan isi. Aktivitas kali ini saya masukkan dalam kegiatan memandikan anak.

Peralatan yang disiapkan pun cukup mudah hanya dengan 1 buah gelas plastik. Berikan contoh bagaimana memasukkan air ke dalam gelas tersebut sampai penuh kemudian buang airnya. Lakukan hal tersebut berulang. Jelaskan ketika air tersebut dibuang bahwa gelas telah kosong/habis kemudian isi lagi dengan air. Begitu seterusnya dan ajak si anak untuk melakukan hal tersebut sendiri.

Dari kegiatan ini saya berharap bahwa si anak paham mengenai konsep dasar takaran/volume dan konsep nilai 0.

Dan berhati-hatilah karena kegiatan ini membuat si anak ketagihan dan menangis ketika harus menyudahi sesi mandi. Hahaha.

Hari 2: 8 Februari 2019. Belajar Bentuk Geometri Menggunakan Shape Sorter

Bermain shape sorter mengenal bentuk geometri

Shape Sorter merupakan salah satu alat permainan yang saya rekomendasikan untuk dimiliki oleh anak berumur 1-2 tahun. Selain karena mainan ini cukup awet (Ya, mainan ini warisan punya Kakaknya) banyak manfaat yang didapat dari permainan ini salah satunya adalah mengenal bentuk benda.

Cara bermain yang sebenarnya adalah memasukkan benda ke dalam lubang yang bentuknya sama. Namun karena si Anak belum begitu paham jadilah tutup diatasnya dibuka dan dia bebas memasukkan bentuk benda semaunya ke dalam boks.

Tapi tidak apa-apa justru kesempatan ini saya lakukan untuk kembali mengingat konsep “kosong dan isi”. Si anak memasukkan semua bentuk ke dalam boks kemudian dikeluarkan kembali sampai habis dan jelaskan bahwa barang di dalam boks sudah kosong (nol).

Dan di akhir saya mengajarkan bentuk geometri dengan cara manual yaitu dengan menyebutkan satu per satu dari masing-masing bentuk. Sejauh ini yang nyantol cuma bentuk star saja. Mungkin karena mengajarkannya sambil bernyanyi Twinkle Twinkle Little Star.

Hari ke 3: 9 Februari 2019. Berhitung sampai 3

Berhitung sampai 3 ini saya masukkan ke dalam beberapa aktivitas sehari-hari. Misalnya saja ketika memberikan aba-aba saat mau menggendong, membuka baju, membilas saat mandi, sampai dengan menggelitik si anak. Hihi.

Dan di angka ke-3 lah saya mulai untuk melakukan aksi. Misalnya saja saat mau menggendong, angka ke 1 & 2 hanyalah aba-aba awal dan tepat di angka ke-3 saya mulai menggendong si anak.

Selain karena terbiasa saya berharap dengan melakukan hal ini nantinya si Anak dapat mengingat urutan angka 1,2 dan 3 dengan mudah.

Hari 4: 10 Februari 2019. Konsep Berat dan Ringan

Entah kenapa si kecil suka sekali mengangkat botol air mineral seberat 1500 ml. Mungkin saja karena sering melihat apa yang dilakukan orang tuanya.

Saya bilang: “Nak, jangan angkat botol yang besar ya. Ini berat banget (sambil memegang dan membuat ekspresi menahan beban berat). Pakai botol yang kecil saja ya ini lebih ringan“.

Walaupun belum bisa berbicara, sesungguhnya si kecil ini peniru ulung. Setelah itu dia mengangkat botol yang besar (1500ml) dan mengikuti ekspresi muka mamanya yang seolah-olah menahan beban berat. Kemudian saat dia mengambil botol yang lebih kecil  (600ml) saya jelaskan bahwa ini lebih ringan. Setelah itu saya berikan lagi botol yang besar untuk perbandingan kembali, dst.

Konsep berat dan ringan merupakan konsep dasar perbandingan ukuran massa.

Hari 5: 11 Februari 2019. Menumpuk balok dari Mainan Shape Sorter

Menumpuk Balok stimulasi matematika logis

Dikutip dari Health Booklet yang dikeluarkan oleh Health Promotion Board Singapura, disitu tertulis bahwa anak berumur 17 bulan seharusnya sudah bisa menumpuk minimal 2 buah balok atau lebih tanpa jatuh. Jadi saya mencoba untuk melakukan hal ini pada anak saya.

Balok yang digunakan adalah balok bentuk benda dari mainan shape sorter yang pernah saya sebutkan pada tantangan hari kedua. Pertama-tama saya ajarkan bagaimana cara menumpuk, kemudian si kecil pun menirunya. Dan akhirnya si anak pun bisa menumpuk sendiri sebanyak 3 buah balok tanpa jatuh, yay! Tapi untuk berhasil sampai tidak jatuh entahlah butuh percobaan yang keberapa banyak. Hahaha.

Menumpuk balok ini melatih anak untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri. Dan di akhir kami berhitung bersama-sama berapa jumlah balok yang berhasil ditumpuk oleh si anak.

Hari 6: 12 Februari 2019. Konsep Angka 1

Belajar mengenai konsep angka 1 saya masukkan dalam beberapa aktivitas sehari-hari. Misalnya saja saat makan di suapan terakhir saya selalu bilang: “1 lagi ya“. Atau ketika si anak meminta vitamin tablet kunyah, saya juga bilang: “1 aja yah“. Lama kelamaan si anak pun mengerti begitu meminta vitamin dia mengeluarkan 1 jari telunjuk untuk menunjukkan angka 1.

Dan siang itu saya mencoba untuk mengetes sejauh mana anak mengerti konsep angka 1 ini. Saya memintanya untuk mengambilkan 1 buah tisu untuk saya. Dan Masya Allah berhasil, yay!

Biasanya kalau si anak mengambil tisu pasti lebih dari 1 helai atau mungkin sampai tisunya habis. Entahlah, mungkin karena ada sensasi yang menyenangkan untuk para bayi ketika menarik tisu dari tempatnya.

Hari 7: 13 Februari 2019. Konsep Kanan dan Kiri

Dikutip dari pbs.org kemampuan spasial erat hubungannya dengan kemampuan matematika. Contohnya pada orang dewasa adalah mampu untuk membaca peta dan membuat objek 3 dimensi. Dan kemampuan spasial yang saya ajarkan kali ini ke anak adalah kemampuan spasial dasar. Yaitu mengenal konsep kanan dan kiri.

Lagi-lagi saya memasukkan konsep ini ke dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya saja ketika mandi atau memakai baju saya bilang: “tangan kanan dulu ya habis itu tangan yang kiri“, sembari memegang tangannya. Atau ketika makan: “pakai tangan kanan ya“.

Selain itu hari ini saya juga mengajak anak untuk menggambar dengan menggunakan kertas dan pensil. Walaupun gambarnya masih asal-asalan tapi disinilah saat yang tepat untuk mengajarkan menggunakan tangan kanan. Sembari saya mencari tahu apakah anak saya lebih dominan tangan kiri (kidal) atau tangan kanan.

Hari 8: 14 Februari 2019. Konsep Atas dan Bawah

dsc_00152327363542668307414.jpg

Selain kanan dan kiri, kemampuan dasar spasial lain yang saya ingin ajarkan adalah pengenalan konsep atas dan bawah.

Kali ini saya ajak anak untuk bermain di playground dekat rumah. Saya bilang: “Adik mau main perosotan? Yuk, naik ke atas dulu lewat tangga, nanti turun ke bawah lewat perosotan“. Dan yang  namanya anak-anak pasti bermain lebih dari 1 kali. Setiap naik saya jelaskan bahwa dia sedang naik ke atas dan setiap turun saya jelaskan bahwa dia sedang turun ke bawah, dst.

Saya berharap belajar melalui praktek si anak akan lebih paham mengenai konsep atas dan bawah.

Hari 9: 15 Februari 2019. Berhitung sampai 10

One, two, three, four, five

Once I caught a fish alive

Six, seven, eight, nine, ten

Then I let it go again

Lagu di atas merupakan sebagian dari lirik lagu 1,2,3,4,5 once I caught a fish alive. Lagu tersebut saya pakai sebagai pengenalan angka 1-10 untuk si anak. Terkadang kata “fish” saya ganti dengan kata benda yang lain. Misalnya boneka sampai dengan  nama anak saya sendiri. Haha. Dan saya bernyanyi sambil mempraktekan lirik tersebut.

Misalnya, ketika kata-kata 1-10 saya bernyanyi sambil menunjukkan jari-jari saya sesuai dengan angka yang dinyanyikan. Kemudian pada kata “once I caught a fish alive” saya memegang mainan ikan. Dan begitu kata “then I let it go again” saya lepas mainan ikan tersebut. Biasanya dengan hal-hal yang seperti ini anak jadi lebih tertarik untuk memperhatikan mamanya.

Hari 10: 16 Februari 2019. Berhitung sambil memasukkan mainan

dav

Selain lewat nyanyian sekarang saatnya belajar angka melalui praktek. Caranya, siapkan wadah plastik dan juga mainan favoritnya. Karena si Anak lagi senang bermain replika binatang, jadi saya pakai mainan tersebut.

Ajak Anak untuk memasukkan mainannya ke dalam wadah 1 per 1. Karena dia  belum lancar berbicara, jadi Mamanya lah yang berhitung 1 per 1 bersamaan dengan masuknya mainan ke dalam wadah. Setelah selesai keluarkan mainan dan ulangi lagi kegiatan tersebut.

Dan Alhamdulillah tantangan menstimulus matematika logis untuk anak 1 tahun selama 10 hari selesailah sudah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk semua.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.