My Family Project

Projek Keluarga Anakku belajar membaca

Alhamdulillah akhirnya masuk juga ke tantangan game level 3 kelas Bunda Sayang IIP (Institut Ibu Profesional).

Dan tantangan kali ini adalah mengamati dan melatih kecerdasan salah satu keluarga sebagai proyek bersama. Saya memilih anak pertama saya yang bernama Falisha (5 tahun) sebagai teman dalam mengerjakan tantangan kali ini.

Nama projek keluarga yang saya pilih adalah Falisha Can Read sebagai bagian dari cara untuk meningkatkan kecerdasaan intelektual.

Berikut merupakan tantangan-tantangan yang kami kerjakan selama 10 hari berturut-turut yang dibuat secara infografis:

Hari 1: Membaca kata benda dari buku bergambar

Hari 2: Membaca dari flashcards (1)

Hari 3: Membaca dari flashcards (2)

Hari 4: Membaca tulisan di sekitar kita

Hari 5: Mencocokan tulisan dengan gambar

Hari 6: Mengisi huruf yang hilang

Hari 7: Melingkari gambar yang memiliki huruf akhir tertentu

Hari 8: Membaca huruf vokal A

Hari 9: Membaca huruf vokal O

Hari 10: Membaca huruf vokal E

Aliran Rasa

Sebenarnya saya sudah lama sekali ingin mengajarkan anak sulung saya membaca tetapi tidak sempat. Dan selalunya begitu, menunda mengajarkan anak sampai benar-benar memiliki waktu luang yang lama.

Setelah mengikuti tantangan kelas Bunda Sayang ini pun sebenarnya saya tidak memiliki waktu luang yang banyak, tetapi saya memaksakan untuk memiliki waktu luang walaupun sebentar. Begitu juga dengan si Ayah yang jauh-jauh lebih sibuk dari saya. Alhamdulillah Ayah mau untuk menyempatkan mengajarkan si Sulung walaupun hanya sekedar mengecek perkembangannya saja.

Setiap tantangan per harinya kurang lebih menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Walaupun setiap hari memakan waktu yang hanya sedikit, setelah konsisten 10 hari hasilnya anak saya mendapatkan perkembangan yang cukup banyak. Ya, di hari ke 10 anak saya lebih lancar membacanya dibandingkan dengan hari pertama.

Terimakasih Ibu Profesional. Karena mengikuti tantangan game pada level 3 kali ini saya jadi mengerti cara baru untuk mengajarkan anak saya. Gaya belajar ini sepertinya tidak hanya berlaku untuk mengajarkan jenis kecerdasan intelektual saja, tetapi saya rasa bisa juga untuk mengajarkan  jenis-jenis kecerdasan yang lain juga.

Kuncinya adalah konsisten. Walaupun sedikit perharinya, tetapi apabila kita terus konsisten belajar atau mengajarkan anak maka jangka panjangnya akan mendapatkan hasil yang banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.