Melatih Kemandirian Anak: Belajar Memilih Baju Sendiri

TEXT HERE

Alhamdulillah, sudah masuk game level 2 kelas bunda sayang dan kali ini membahas tentang kemandirian anak.

Pada game kali ini kami disarankan untuk memilih sumber referensi. Referensi yang saya pilih berasal dari SumberKemandirianAnak yaitu poin dapat melayani diri sendiri, terutama untuk hal-hal pribadi. Kemampuan atau skill yang saya pilih sebagai tantangan yang pertama adalah belajar memilih baju sendiri. Saya memilih Kakak (umur 5 tahun dan berjenis kelamin perempuan) sebagai teman saya dalam menjalankan tantangan game level 2 kali ini.Dalam postingan kali ini saya akan menulis mengenai perkembangan anak saya dalam belajar untuk memilih baju sendiri selama 5 hari berturut-turut.

Saya memilih skill tersebut dengan alasan Kakak sudah mahir memakai baju dan akhir-akhir ini saya melihat ketertarikannya untuk memilih bajunya sendiri. Pas banget juga karena menurut FamilyEducation pada kisaran umur Kakak, anak sebaiknya diajarkan kemandirian untuk skill tersebut.

Catatan: Tidak ada unsur paksaan pada anak dalam memilih dan mengikuti tantangan kali ini

Hari #1, 4 Oktober 2018: Observasi dan Pengenalan Letak Baju

Hari pertama saya mulai dengan pengenalan letak baju di lemarinya terlebih dahulu. Lemari Kakak adalah lemari laci 5 tumpuk yang terbuat dari plastik. Baju-baju kakak ada di laci nomor 2 dan 3 dari atas. Saya jelaskan bahwa baju rumah, baju pergi, baju tidur dan pakaian dalam diletakkan di laci nomor 2. Sedangkan seragam sekolah dan jaket ada di laci nomor 3. Dan semuanya dilipat sesuai dengan fungsinya masing-masing. Maksudnya adalah baju tidur saya lipat dalam satu tumpukan sendiri, seragam saya lipat dalam satu tumpukan sendiri, dst. Hal tersebut dikelompokkan dengan tujuan agar si Kakak mudah dalam mengambil baju-bajunya tersebut.

Malam itu saatnya Kakak tidur dan dia sudah tahu bahwa baju yang harus diambil baju tidur. Pada saat Kakak mencoba untuk mengambil bajunya, ternyata laci nomor 2 terlalu tinggi untuknya. Sehingga ini menjadi masukan bagi saya, untuk menukar laci nomor 2 tersebut ke tempat yang lebih rendah dan terjangkau untuk Kakak. Ya, salah satu kelebihan lemari laci plastik adalah bisa menukar susunan laci tersebut ke tempat yang kita mau.

Hari #2, 5 Oktober 2018: Memilih Baju Sesuai Fungsi

Hari itu saya menukar laci ke tempat yang lebih rendah agar mudah diambil oleh Kakak. Saya bilang sama Kakak, “kalau mau tidur pakai baju tidur, kalau di rumah pakai dress rumah, kalau mau pergi pakai baju yang mana?”. Kemudian Kakak menunjuk pada satu tumpukan baju pergi yang saya sudah lipat. “Good Job Kakak, sudah tau semuanya ya, jadi bisa ambil baju sendiri sekarang”, saya bilang.

Di pagi hari, sebelum berangkat sekolah saya sengaja membangunkannya 10 menit lebih awal untuk menyiapkan baju seragamnya sendiri. Karena anak-anak terkadang suka lambat untuk berfikir kalau bangun tidur. Dan kalau sudah lambat bisa-bisa Mamanya gatel deh untuk bantuin ngambilin baju biar semuanya cepat.

Sebelum berangkat sekolah Kakak sudah bisa mengambil seragamnya sendiri termasuk kerudung dan dalaman kerudungnya, siangnya juga sudah bisa ambil dress rumah untuk di rumah, malamnya pun sebelum tidur sudah bisa memilih baju tidurnya sendiri. Tapi baju tidur yang diambil warna atasan dan bawahannya berbeda, baju atas warna biru bawah warna pink. Karena cuma buat tidur saya biarkan saja dulu. Belajar pilih baju dengan warna yang benar kami lanjutkan besoknya saja.

Hari #3, 6 Oktober 2018: Memilih Baju dengan Warna yang Sama atau Cocok

Pagi itu saya bilang ke Kakak, kalau pilih baju diusahakan dengan warna yang sama kecuali warna hitam atau denim itu bisa dipasangkan dengan warna apapun. Kemudian Kakak bilang, “It’s good lah mah kalau bajunya colorful”. Waduh bener juga ya, jangan-jangan saya paksa pilih baju yang warnanya senada bisa menghambat kreativitas anak. Tapi dilema juga kalau si Kakak pakai baju buat keluar rumah yang gak matching warnanya, nanti dikira nggak ngurusin anak 😜

Di hari ketiga ini hari libur sekolah, setelah kakak mandi dia bisa langsung pilih dress rumah. Ga perlu bingung soal warna yang cocok karena dress rumah cuma satu potong baju aja, tidak perlu pakai celana alias cari warna celana yang cocok. Nah malamnya nih waktu mau tidur Kakak pilih baju tidur yang atasannya warna ungu.

Kakak: “Mah ini celananya gak ada yang warna ungu”

Mama: “Hayo masih inget gak warna-warna yang netral warna apa”

Kakak: (bingung)

Mama: “Yang warna hitam ya”

Kakak: “Yang ini?” (sambil ambil celana warna hitam)

– – –

Catatan untuk hari ketiga ini, kakak sudah bisa mencocokan warna baju yang sama. Tapi untuk mencocokan dengan warna yang berbeda atau netral masih belum bisa dan butuh diarahkan oleh saya. Semoga makin banyak prakteknya, makin jago juga pilih-pilih warnanya.

Hari #4, 7 Oktober 2018: Konsep Baju Tebal Tipis dan Baju Lengan Panjang Pendek

Pagi hari di hari ke empat saya ajak Kakak ke Pasar. Saya bilang kalau pasar itu tempatnya panas dan sebaiknya pakai baju lengan pendek saja dan tipis. Kalau pakai baju lengan panjang dan tebal itu buat ke tempat yang dingin atau ber-AC. Kemudian saya ambilkan Kakak jaket untuk dipegang sebagai contoh bahan yang tebal. Buat contoh aja ya gak dipakai buat pergi ke pasar 😀

Siangnya saya ajak Kakak makan di luar di tempat ber-AC. Kakak sudah bisa memilih baju lengan panjang sendiri dan celana jeans yang bahannya tebal. Malamnya juga sudah bisa memilih baju tidurnya yang cocok. Warnanya nabrak sih, tapi Kakak tahu kalau piyama itu baju atas dan bawahnya memang pasangannya karena punya corak yang sama.

Hari #5, 8 Oktober 2018: Mandiri Memilih Baju Sendiri

Di hari ke 5 ini hari merupakan  “ujian” untuk mengulang “pelajaran” 4 hari kemarin sebagai bahan evaluasi untuk saya dan Kakak. Saya sudah mulai membiarkan Kakak untuk memilih baju-bajunya sendiri, tapi masih dalam pengawasan.

Pagi hari sudah bisa memilih baju seragamnya sendiri untuk ke Sekolah. Siangnya Kakak kebingungan memilih baju karena dress rumah di lemarinya tidak ada (hihi, maklum Mamanya belum sempat menyetrika melipat baju). Saya sarankan untuk memilih baju yang ada saja di lemari untuk dipakai di rumah. Kakak memilih kaos lengan pendek warna biru untuk atasannya. Pada saat memilih celananya dia pun kebingungan dan langsung memilih celana di tumpukan paling atas. “Mamah, celana (legging tipis) warna ini (abu-abu) matching apa gak?”. Hehe, ternyata Kakak masih bingung gimana caranya memadu padankan warna. Saya iyakan saja karena warna biru dan abu-abu masih cocok untuk dipadu padankan.

Bahan evaluasi untuk hari ke 5 ini adalah Kakak sudah bisa memilih bajunya sendiri sesuai dengan letak baju, fungsi, konsep baju tebal tipis atau lengan panjang pendek, namun untuk memilih baju dengan warna yang sama atau cocok masih perlu belajar lagi. Semoga dengan seringnya Kakak mempraktekan untuk menyiapkan bajunya sendiri, makin mahir dalam memilih baju yang cocok untuknya.

#Harike1-5
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#Bunsay4internasional
#InstitutIbuProfesional

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.